CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

17 Ogos 2008

Ruh dan Semangat Ramadhan...


Tinggal beberapa hari sahaja lagi bulan mubarak akan datang lagi.Namun sejauh manakah semangat kita menyambut bulan ni berbanding kita menyambut Syawal.Moga dengan beberapa nasihat daripada junjungan besar lagi agung dapat meningkatkan semangat kita bagi menerima tetamu, Ramadhan:

1. Ikhlas (murni) untuk Allah SWT dalam segala ibadah yang kita lakukan. Ikhlas untuk Allah SWT adalah ruh segala ketaatan, kunci agar segala kebaikan diterima di sisi-Nya serta pintu bagi pertolongan dan taufiq Tuhan semesta alam. Sesuai dengan kadar niat, keikhlasan dan kesungguhan terhadap Allah SWT dan dalam mengingatkan pelbagai kebaikan, sesuai kadar itu pula pertolongan Allah SWT datang kepada seorang hambanya yang beriman. Ibnu al-Qayyim berkata: “Sesuai dengan kadar niat seorang hamba, kehendak dan keinginannya dalam hal itu, seperti itu pula taufiq Allah SWT dan pertolongan-Nya”.

Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk ikhlas dalam beramal, untuk Dia semata,tidak untuk sesiapa pun selain-Nya seperti dalam surah al-Bayyinah ayat 5.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. "(Q.S. Al-Bayyinah: 5).

Jika seseorang yang sedang berpuasa mengetahui bahwa ikhlas adalah pintu bagi pertolongan dan taufiq Allah SWT, maka hal ini akan menjadi motivasi yang sangat baik baginya untuk melakukan segala bentuk ketaatan kepada Allah SWT dengan optimum{(Puasa + Ikhlas untuk Allah) = semangat dan motivasi tinggi}

2. Mengetahui bahawa nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- setiap menjelang kedatangan bulan Ramadhan selalu memberi berita gembira kepada para sahabatnya. Hal ini menunjukkan bahawa Ramadhan adalah bulan yang agung, dan agung pula setiap usaha untuk melakukan perbagai bentuk ketaatan dan ibadah secara optimum. Disebutjab dalam satu riwayat bahawa:
“ Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, Allah telah wajibkan atas kalian puasa di
siang harinya. (H.R. Ahmad).
3. Merasakan pahala yang agung yang telah Allah SWT siapkan untuk orang-orang yang berpuasa. Diantaranya adalah:

a. Bahwa pahala orang yang berpuasa sangatlah besat, saking besarnya, tidak ada siapa pun yang mengetahuinya selain Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
"Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik- Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya (H.R. Bukhari).

b. Siapa yang berpuasa satu hari fi sabilillah, maka ia akan dijauhkan dari neraka sejauh 70 tahun. Ini ganjaran satu hari, bagaimana kalau satu bulan penuh?! Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Dari Abu Sa'id Al-Khudri -radhiyallahu 'anhu- ia berkata: “ Saya mendengar Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: 'Siapa yang berpuasa satu hari fi sabilillah maka Allah SWT akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh 70 tahun'”. (Muttafaqun 'alaih).
c. Puasa akan memberi syafaat kepada yang melakukannya sehingga ia akan memasukkannya ke dalam syurga.
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: Dari Abdullah bin 'Amr -radhiyallahu 'anhu- bahwasanya Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Puasa dan Al-Qur'an memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat, puasa berkata: “Wahai Tuhanku! Saya telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, oleh kerana itu terimalah syafaat saya untuknya!” . Lalu Al-QUr'an berkata: “Wahai Tuhanku, saya telah mencegahnya dari tidur di malam hari, oleh karena itu, terimalah syafaat saya untuknya!” . Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: “ Lalu syafaat keduanya diterima Allah SWT” . (H.R. Ahmad).

d. Di dalam syurga ada satu pintu yang bernama Al-Rayyan, pintu ini hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.

Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: Dari Sahl -radhiyallahu 'anhu dari nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “ Sesungguhnya di syurga ada satu pintu bernama Al-Rayyan, dari pintu ini akan masuk orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, tidak ada siapapun selain mereka yang akan memasuki pintu ini, dikatakan (diserukan): Mana orang-orang yang berpuasa? Lalu mereka semua berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang memasuki pintu ini, jika orang-orang yang berpuasa telah masuk, maka pintu itu ditutup, sehingga tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya”. (Muttafaqun 'alaih).

e. Puasa Ramadhan menghapus dosa-dosa yang telah berlalu. Rasulullah -shallallahu'alaihi wa salam- bersabda:
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- ia berkata: “ Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: 'Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala di sisi Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni'”. (Muttafaqun 'alaih).

Dalam hadits lain Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- berkata: “ Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'solat lima waktu, Jumaat ke Jumaat dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus-penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi'” . (H.R. Muslim).

f. Pada bulan Ramadhan pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan akan dibelenggu.
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- bahwasanya Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: “ Jika datang bulan Ramadhan, maka pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka dibuka dan syaitan-syaitan dibelenggu” . (H.R. Muslim).
g. Doa orang yang berpuasa bulan Ramadhan dimakbulkan Allah SWT.
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- ia berkata: “ Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: 'Tiga orang yang doa mereka tidak ditolak; orang yang berpuasa sehingga ia berbuka, Imam yang adil, dan doa orang yang dizalimi akan diangkat Allah SWT di atas awan dan dibuka untuknya pintu-pintu langit, dan Allah SWT berfirman: 'Demi izzahku, sungguh Aku akan mennolongmu walaupun setelah beberapa saat'” . (H. R. Ahmad dan At-Tirmidzi, dan ia berkata: “Hadits ini hasan”.

Setelah kita ketahui betapa besar pahala yang Allah SWT sediakan bagi orang-orang yang berpuasa, maka tidak ada pilihan lain bagi kita selain membangun motivasi dan semangat untuk mengisi siang dan malam hari Ramadhan dengan pelbagai amalan soleh dan segala bentuk ketaatan.

4. Mengetahui bahwa di antara petunjuk Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyak pelbagai bentuk ibadah.
Contoh yang diberikan Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bahwa beliau mengkhususkan Ramadhan dengan pelbagai ibadah, sesuatu yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lainnya. Jika kita mengetahui bahwa beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyakkan pelbagai ibadah pada bulan ini, maka kita akan bersemangat untuk memperbanyak ibadah dalam rangka mencontoh dan meneladani beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam.
Allah SWT berfirman:
"Sungguh telah ada pada diri Rasulullah teladan yang baik." (Q.S. Al-Ahzab: 21).

5. Memahami dengan baik keberkatan-keberkatan yang ada di bulan Ramadhan.
a. Keberkatan rasa keimanan. Hal ini dapat kita saksikan betapa pada bulan ini seorang mukmin dilihat sangat kuat keimanannya, hatinya hidup, selalu tafakkur, dan cepat ingat dan sedar. Hal ini tentunya merupakan sebahagian daripada pemberian Allah SWT yang dilimpahkan kepada para hamba-Nya. Jika kita merasakan adanya keberkatan ini tentulah kita akan termotivasi dan meningkat semangat kita untukberibadah.

b. Keberkatan kekuatan fizikal. Ketika seseorang berpuasa, walaupun ia tidak makan dan minum, namun sebenarnya kekuatan fizikalnya sedang bertambah, sehingga akan terasa ringan baginya untuk menjalankan berbagai ibadah, baik berupa solat, zikir, membaca Al-Qur'an, tarawih dan sebagainya.

c. Keberkatan waktu. Ketika kita berada di bulan Ramadhan, dalam satu hari satu malam kita mampu melakukan pelbagai ibadah yang jika diukur secara kuantitatif mungkin sesuatu yang baru yang boleh kita lakukan dalam beberapa hari di luar Ramadhan. Hal ini adalah tanda keberkatan waktu yang Allah SWT berikan kepada para hamba-Nya di bulan Ramadhan. Jika kita menyedari hal ini pastilah akan termotivasi untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan yang penuh keberkatan ini.
6. Memahami karakteristik-karakteristik Ramadhan, diantaranya adalah:
a. Bau tidak sedap yang keluar dari mulut orang yang berpuasa di sisi Allah SWT adalah lebih baik dari pada minyak misk.
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- dari nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: “ Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya, dan sungguh, bau tidak sedap mulut orang yang berpuasa di sisi Allah SWT lebih wangi dari pada parfum misik (H.R. Bukhari).

Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata: “Orang yang berpuasa pastilah mulutnya akan mengeluarkan bau yang tidak sedap bagi manusia, sebab perutnya sedang kosong, akan tetapi, karena hal ini terjadi dalam rangka taat kepada Allah SWT, maka di sisi Allah SWT adalah lebih wangi daripada bau misk, sama halnya dengan darah orang yang mati syahid, pada hari kiamat ia akan menghadap Allah SWT dengan luka-luka yang dideritanya, warnanya warna darah, namun bau yang dikeluarkannya lebih wangi daripada minyak misk”. (Lathaiful Ma'arif, h. 277).
Lebih lanjut Ibnu Rajab menjelaskan:
"Bau wangi mulut orang yang berpuasa di sisi Allah SWT itu mempunyai dua erti, iaitu:

(1) Puasa adalah sesuatu yang rahsia antara seorang hamba dengan Allah SWT di dunia, maka di akhirat Allah SWT akan menampakkannya secara terbuka di hadapan semua makhluk.

(2) Siapa saja yang taat kepada Allah SWT, lalu dari ketaatannya ini muncul hal-hal yang oleh manusia tidak disukai, maka sesungguhnya segala hal yang muncul darinya yang tidak disukai manusia itu adalah sesuatu yang disukai Allah SWT di akhirat”. (Lathaiful Ma'arif dengan diringkas).

b. Setiap hari para malaikat memintakan pengampunan bagi orang-orang yang berpuasa.

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- ia berkata: Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- beliau bersabda: “ Pada bulan Ramadhan umatku diberi lima hal yang tidak pernah diberikan kepada umat sebelumnya; bau tidak sedap mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah SWT daripada minyak misk, para malaikat memohon pengampunan untuk mereka sehingga mereka berbuka, setiap hari Allah SWT mempercantikkan syurga, kemudian berfirman: “ Hampir-hampir para hambaKu yang soleh mendapati pelbagai beban dan rasa sakit, dan akhirnya mereka sampai kepadamu (syurga), para syaitan dibelenggu, sehingga mereka tidak mampu mencapai sesuatu yang di luar Ramadhan mereka mampu mencapainya, dan pada akhir Ramadhan Allah SWT memberikan pengampunan, ditanyakan kepada Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- apakah malam yang dimaksud adalah lailatul qadar? Baginda -shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: Bukan, akan tetapi, setiap pekerja jika telah menyelesaikan kerjanya niscaya akan diberikan upahnya secara penuh” . (H. R. Ahmad).

c. Setiap hari syurga berhias dan mempercantik diri dalam rangka menyambut kedatangan orang-orang yang berpuasa.

d. Pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.

e. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, siapa saja yang mendapatkannya bererti ia telah mendapatkan segala kebaikan dan siapa yang terhalang untuk mendapatkannya bererti ia benar-benar orang yang terhalang dari segala kebaikan.

Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- ia berkata: “ Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: “ Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang membawa berkah, Allah SWT telah mewajibkan puasa pada siang harinya, pintu-pintu syurga di buka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu, pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya bererti benar-benar terhalang” . (H.R. An-Nasa-i).

f. Pada malam terakhir Ramadhan, Allah SWT memberikan pengampunan kepada orang-orang yang berpuasa.

g. Pada setiap malam Ramadhan ada orang-orang yang dibebaskan Allah SWT dari neraka.
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- ia berkata: “ Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda: 'Jika awal Ramadhan tiba, syaitan-syaitan dan jin-jin pembangkang dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, sehingga tidak satu pun pintu yang dibuka, dan pintu-pintu syurga dibuka, sehingga tidak satu pun ditutup, dan ada seorang penyeru berkumandang: 'Wahai para pencari kebaikan, silakan datang dan wahai pencari keburukan silakan surut, dan Allah SWT mempunyai orang-orang yang dimerdekakan dari neraka, dan hal ini terjadi pada setiap malam'” . (H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
7. Merasakan bahwa ibadah puasa adalah ibadah yang khas, sebab ia menjadi milik Allah SWT dan Dia-lah yang akan memberikan pahalanya kepada kita setelah kita berada di syurga.
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu- dari nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- beliau bersabda: “ Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya, dan sungguh, bau tidak sedap mulut orang yang berpuasa di sisi Allah SWT lebih wangi dari pada parfum misik (H.R. Bukhari).

8. Mengetahui tingkat kesungguhan para sahabat -radhiyallahu 'anhum- dan salaf shalih dalam meningkatkan ibadah dan segala bentuk ketaatan pada bulan Ramadhan ini.
Pada bulan yang mulia ini para sahabat nabi berlumba-lumba dalam melakukan pelbagai kebaikan, baik dalam bentuk shalat malam, tilawatil Qur'an, membantu fakir miskin, memberi buka kepada orang-orang yang berpuasa dan bahkan berjihad fi sabililllah.

9. Mengetahui bahawa ibadah puasa akan memberi syafaat kepada yang melakukannya. Sebagaimana telah dijelaskan dalam pembahasan keutamaan-keutamaan puasa Ramadhan.

10. Mengetahui bahwa bulan Ramadhan dalah syahrul Qur'an dan syahrush-shabr (bulan Al-Qur'an dan bulan kesabaran).
Dengan mengetahui keistimewaan-keistimewaan ini, nescaya akan terbangun semangat dan motivasi kita untuk memperbanyak ibadah pada bulan yang mulia ini.
Allah SWT berfirman:
"Dan pada yang demikian ini hendaklah orang-orang saling berlumba-lumba"(Q.S. Al-Muthaffifin: 26).

Semoga Allah SWT berikan taufiq, hidayah dan kekuatan kepada kita semua untuk memaksimakan bulan Ramadhan tahun ini, dan semoga kita semua diberi kesempatan untuk
bertemu Ramadhan ba'da Ramadhan dalam keadaan yang terbaik, amin.

2 comments:

faisol berkata...

terima kasih sharing info/ilmunya...
saya membuat tulisan tentang "Benarkah Kita Hamba Allah?"
silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

Muhammad Muzakkir berkata...

Terima kasih bapak atas komen anda..